Tampilkan postingan dengan label Struktur dan Fungsi jaringan Jaringan SMP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Struktur dan Fungsi jaringan Jaringan SMP. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2012

Gerak Pada Tumbuhan

Standar Kompetensi   :  2. Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan
Kompetensi Dasar    : 2..3 Mengidentifikasi macam-macam gerak pada tumbuhan
    Setiap organisme mempunyai iritabilita, yaitu mampu menerima rangsang dan mampu pula menanggapi rangsang. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak pada hewan berupa perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh. Gerak pada tumbuhan umumnya terbatas pada perubahan posisi pada sebagian dari tubuh tumbuhan. Gerak pada tumbuhan dibagi 3 golongan, yaitu :
I.      Gerak Higroskopis
Gerak higroskopis ialah gerak yang ditimbulkan oleh pengaruh perubahan kadar air. Misalnya:
a.       Gerak membukanya kotak spora pada tumbuhan paku.
Gambar. Kotak spora
b.      Pecahnya buah polong pada tanaman turi yang sudah tua.
Gambar. Tanaman turi
    II.            Gerak Esionom
Gerak esionom yaitu gerak yang dipengaruhi rangsang dari luar. Gerak Esionom dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
a.      Gerak Tropi (Tropisme), yaitu gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah rangsang. Tropisme positif jika arah gerak mendekati rangsang dan tropisme negatif jika arah gerak menjauhi rangsang.Macam-macam gerak tropisme:
1.      Fototropisme atau Heliotropisme, rangsang berupa cahaya, misalnya gerak daun condong ke cahaya
Gambar. Fototropisme
2.      Geotropi, rangsang berupa grafitasi bumi, misalnya gerak akar tumbuh ke dalam tanah dan gerak batang tegak keatas.
Gambar. Geotropisme pada kecambah jagung
3.    Tigmotropi atau Haptotropi, rangsang berupa persinggungan, misalnya sulur tanaman sirih merah yang melilit pada batang
    Gambar. Tigmotropi
4.     Hidrotropi, rangsang berupa air, misalnya gerak akar membelok ke sumber air
Gambar. Hidrotropi
b.      Gerak Taksis, yaitu gerak berpindah seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang. Seperti bentuk tropisme, terdapat taksis positif dan negatif. Beberapa bentuk taksis :
1)         Fototaksis, rangsang berupa Cahaya,  misalnya gerak kloroplas kebagian sel yang terkena cahaya

Gambar. Fototaksis
2)         Kemotaksis, rangsang berupa bahan kimia, misalnya gerak sperma dari benang sari menuju ke ovum pada putik bunga.
             Gambar. Kemotaksis
c.       Gerak Nasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah rangsang. Gerak ini disebabkan terjadinya perubahan tekanan turgor akibat pemberian rangsang. Beberapa bentuk nasti :
1)         Niktinasti, rangsang berupa gelap, misalnya gerak mengatupnya daun turi, daun asam, daun putri malu pada malam hari
Gambar. Niktinasti pada putri malu 
2)   Seismonasti, rangsang berupa sentuhan mekanik, misalnya gerak daun putri malu mengatup saat disentuh
Gambar. Seismonasti
3)         Termonasti, rangsang berupa perubahan suhu, misalnya gerak mekarnya bunga Tulip
Gambar. Termonasti
4)         Fotonasti, rangsang berupa perubahan cahaya, misalnya gerak mekarnya bunga pukul empat
    Gambar. Fotonasti
5)         Nasti Kompleks, penyebab rangsang lebih dari satu, Contoh : gerak membuka dan menutupnya sel-sel penutup stomata, rangsang berupa cahaya, suhu, air, dan zat kimia
               Gambar. Nasti Kompleks
 III.            Gerak Endonom
Gerak Endonom, yaitu gerak yang belum/tidak diketahui sebabnya. Karena belum diketahui sebabnya ada yang menduga tumbuhan itu sendiri yang menggerakkannya. Gerak Endonom disebur juga gerak OTONOM, misalnya gerak tumbuh dan gerak aliran sitoplasma dalam sel.

Gambar. Gerak tumbuh

  
Pratiwi P, Rinie, dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional






Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan SMP

Standar Kompetensi    : 2. Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan
Kompetensi Dasar     : 2.1 Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan  tumbuhan
1. Jaringan pada akar
Gambar. Penampang aka
Akar adalah bagian tumbuhan yang langsung berhubungan dengan tanah. Akar memiliki ciri-ciri antara lain:

  • Tidak berbuku-buku sehingga tidak beruas-ruas dan tidak mendukung daun,sisik,atau bagian lainnya;
  • Warna tidak hijau, biasanya keputihan atau kekuning-kuningan;
  • Tumbuh terus pada ujungnya;
  • Bentuk sering kali meruncing sehingga lebih mudah menembus tanah;
  • Tumbuh dengan arah ke pusat bumi (geotropi) atau menuju ke air (hidrotopi), meninggalkan arah datangnya cahaya.
Secara umum akar memiliki fungsi

  •  Menyerap air dan mineral;
  • Menegakkan tumbuhan;
  • Tempat menyimpan cadangan makanan;
  •  Sebagai alat respirasi.
Akar di bedakan menjadi 2 jenis yaitu: Akar serabut dan akar tunggang.
 Lapisan-lapisan jaringan penyusun akar,adalah: Epidermis (lapisan terluar); Korteks (lapisan di bawah epidermis); Endodermis (memisahkan korteks dengan silinder pusat); dan silinder pusat (lapisan dalam akar).
2. Jaringan pada batang
Gambar. Penampang Batang Dikotil (kiri) dan Monokotil (kanan)
Batang berfungsi sebagai penghubung antara akar dan daun tumbuhan serta dapat juga sebagai tempat penyimpanan hasil fotosintesis dan air. Jaringan pada batang meliputi: (a) Epidermis (kulit luar); (b) Korteks (kulit pertama); (c) Endodermis (sarung tepung); (d) Silinder pusat (stele). Batang mempunyai macam jaringan yang sama dengan akar. Xilem yang ada di akar bersambungan dengan xilem batang, dan xylem daun. Floem juga bersinambungan ke semua bagian tubuh tumbuhan. Xilem dan floem adalah jaringan pengangkut yang salurannya terpisah. Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar ke daun sedangkan floem mengedarkan makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
Gambar. xilem dan floem
 Jaringan xilem dan floem pada batang tersebut terletak di bagian dalam dan dilindungi oleh epidermis di bagian paling luar batang. Batas antara xilem dan floem adalah kambium. Kambium ini adalah jaringan meristem yang memiliki kemampuan membelah untuk membentuk xilem dan floem.
3. Jaringan pada daun
Gambar. Penampang daun
Daun adalah organ tumbuhan yang umumnya berbentuk pipih,melebar,dan berwarna hijau. Daun berfungsi untuk tempat fotosintesis dan transpirasi (penguapan). Sistem jaringan pada daun terdiri atas:
a)      Epidermis atas, berfungsi melindungi jaringan di bagian dalamnya.
b)      Mesofil, sebagai jaringan dasar terletak antara epidermis atas dan bawah.
c)      Berkas pengangkut, yang terdiri dari penbuluh kayu dan pembuluh tapis.
d)     Epidermis bawah, terdapat stomata sebagai tempat keluar masuknya udara dan air.
Air dan garam mineral dapat naik dari dalam tanah ke daun dikarenakan:
·         Tekanan akar/daya dorong akar;
·         Daya isap daun (penguapan daun);
·         Daya kapilaritas pembuluh kayu (Xilem).
Jaringan yang ada pada tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu jaringan sederhana dan jaringan kompleks. Jaringan sederhana adalah jaringan yang disusun oleh satu jenis sel, contohnya adalah jaringan parenkim, kolenkim dan sklerenkim. Sedangkan jaringan kompleks adalah jaringan yang disusun atas berbagai jenis sel, contohnya xilem dan floem. Sel-sel parenkim merupakan sel hidup yang bentuknya besar-besar. Sel-sel ini berdinding tipis yang biasanya memiliki vakuola tengah dan membangun hampir sebagian besar tubuh tumbuhan. Seringkali ruang antar selnya diisi oleh gas (Gambar 5.8a). Pada daun banyak ditemui di daerah mesofil daun baik pada sel tiang maupun sel palisade yang banyak mengandung kloroplas. Sel-sel ini juga berfungsi sebagai jaringan penyimpan seperti pada sel-sel kentang. Sel-sel kolenkim berdingding tebal khususnya di sudutsudut sel. Sel-sel ini memberikan tunjangan mekanis bagi tumbuhan. Umum dijumpai pada daerahdaerah tumbuhan yang tumbuh dengan cepat dan perlu diperkuat.
Gambar kolenkim. 
Gambar. Parenkim
Gambar. Sklerenkim




Xilem merupakan jaringan kompleks yang terdiri atas beberapa tipe sel, yaitu pembuluh xilem dan trakeid xilem. Pembuluh xilem mempunyai dinding sel tebal. Penebalan dindingnya tidak dalam lapisan seragam tetapi biasanya menebal dalam pola berkas-berkas spiral dan membentuk tabung panjang. Trakeid berbeda dengan pembuluh karena sel-selnya tidak mempunyai berkas spiral dan ujung-ujungnya meruncing. Floem juga merupakan jaringan kompleks. Sel-sel yang membangun diantaranya adalah tabung tapis. Diberi nama demikian karena dinding ujungnya berlubang-lubang dan pada saat dewasa sel-sel ini sudah tidak memiliki inti. Sel-sel pembangun floem lainnya adalah sel-sel tetangga yang masih memiliki inti.
Sel-sel slerenkim juga ditemukan sebagai pembangun floem. Sel-sel sklerenkim memiliki dinding sel sangat tebal yang bersifat merata mengelilingi sel. Sel-sel ini bisa bergabung dengan sel-sel jenis lainnya dan memberikan dukungan mekanik pada tanaman serta memberikan ciri berkayu pada tanaman. Protoplas sel-sel sklerenkim ini akan mati setelah penebalan dinding selnya sudah merata dan menyeluruh.. Sel-sel ini terdapat dalam batang dan juga bergabung dengan tulang daun. Ternyata kerasnya kulit luar biji-biji yang keras karena dibangun oleh sel-sel sklerenkim ini.                          
4. Jaringan pada bunga
Gambar.  Penampang bunga 
Bunga merupakan alat perkembangbiakan pada tumbuhan biji. Bagian-bagian bunga meliputi:
a)      Kelopak bunga (kaliks), berfungsi sebagai lapisan pelindung kuncup bunga;
b)      Mahkota bunga (korola), berwarna dan berbau harum sebagai penarik hewan untuk membantu penyerbukan(pollinator);
c)      Benang sari (stamen), terdiri dari kepala sari (antera) dan tangkai sari (filamentum), berfungsi sebagai alat kelamin jantan;
d)     Putik (pistil), sebagai alat kelamin betina. Putik terdiri atas kepala putik (stigma) yaitu tempat untuk menempelkan serbuk sari, tangkai putik (stilus) yang merupakan penghubung antara kepala putik dan bakal buah (ovarium) yang didalamnya terdapat bakal biji (ovul).
Macam-macam bunga meliputi:
*      Bunga sempurna (lengkap), adalah bunga yang memilliki kelopak, mahkota bunga, benang sari, dan putik.
*      Bunga tidak sempurna (tidak lengkap), yaitu bunga yang salah satu bagiannya tidak ada.
*       Bunga jantan, jika memiliki benang sari saja.
*      Bunga betina, jika memiliki putik saja.

Sumber : Pratiwi P, Rinie, dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Ilmu Pengetahuan Alam Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
            http://semi-yanto.blogspot.com/